14
Feb
09

Tokoh Bicara PMB

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris memprediksikan partai yang potensial berbicara di Pemilu 2009 adalah PMB. Sekalipun diprediksi tidak sefenomenal PKNU, PMB akan mampu bersaing.

“Basis massa PMB jelas, yakni anak muda Muhammadiyah. PMB lebih bisa berbicara pada Pemilu 2009 daripada beberapa partai yang basisnya massanya tidak jelas,”katanya. Selain empat partai tersebut, memang diprediksi akan banyak parpol yang akan menjadi peserta Pemilu 2009. Pemicunya, aturan pegalihan UU Pemda yang meloloskan 16 parpol bisa langsung ikut Pemilu 2009.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta Partai Matahari Bangsa (PMB) tetap percaya diri menghadapi Pemilu 2009. Meski dirinya tidak memberi dukungan politik secara verbal, Din optimistis warga Muhammadiyah meng­arahkan pilihannya dengan tepat.

“Saya minta tolong semuanya ikhlas. Warga Muhammadiyah itu cerdas. Kalau hampir semua pengurus dan caleg PMB dari Muhammadiyah, pastilah banyak yang memilih partai, ini. Buat apa lagi milih yang lain,” katanya. Din juga kembali menegaskan bahwa Muhammadiyah secara institusi tidak memiliki hubungan struktural atau hierarkis dengan partai mana pun. Paling maksimal, imbuh Din, dirinya hanya bisa memberikan dukungan moril.

“Tapi dukungan moril itu sebenarnya lebih tinggi daripada dukungan politik. Buktinya, baru sekarang saya membuka rakornas partai,” ujamya lantas tertawa.

Sedangkan Ketua Umum PMB, Imam Addaruqutni, menegaskan, PMB akan men­jadi partai alternatif dan amal usaha Muhammadiyah. Apalagi, sejak pendirian Mu­hammadiyah pada tahun 1912, perserikatan ini mene­rapkan politik tingkat tinggi.

Namun, saat ini peran Muhammadiyah di perpolitikan Indonesia belum terlihat. Sebaliknya, justru banyak kepentingan Muhammadiyah yang tidak terakomodasi dengan baik, karena minimnya hingga ketiadaan kader-kader Muhammadiyah menduduki posisi strategis di pemerintahan maupun instansi lain,” katanya.[]

Iklan
14
Feb
09

PMB DAN SERIBU LASKAR MATAHARI

Lanjutkan membaca ‘PMB DAN SERIBU LASKAR MATAHARI’

14
Feb
09

PMB DAN AKTUALISASI SURAT AL-MA’UN

PMB melakukan terobosan baru di bidang program pemberdayaan ekonomi mikro, yaitu dengan membantu pengusaha kecil supaya lebih mudah mendapatkan modal melalui kucuran dana kredit. Program ini untuk menjembatani para pedagang yang butuh modal dengan perbankan yang punya kepentingan memutar dananya.

Sebagai partai baru, apalagi dengan menamakan dirinya sebagai partai berspirit religius, dan dana yang minim dan bermodalkan niat bismillah, tentu jalan iklan yang memakan banyak dana besar bukan jalan yang bisa digunakan. Selain hanya akan menghamburkan dana sekian banyak secara mubazir, maka jalan kampanye riil menjadi langkah tepat. Selain menjadi bentuk pengenalan diri, sekaligus bisa mewujudkan partai dengan mentradisikan kampanye riil di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang makin sulit. Tradisi kampanye riil patut dikembangkan. Dan inilah langkah-langkah yang akan terus ditempuh oleh PMB Jawa Timur.

Program ini bermula ketika PMB mengadakan dialog dengan para pedagang. Dalam dialog tersebut, para pedagang yang mengaku sulit mendapatkan modal. Mereka kemudian menantang membuktikan keseriusan PMB turun langsung mengatasi persoalan-persoalan rakyat yang faktuil dan benar-benar sedang menjadi akar-akar utama masalah kerakyatan. Permintaan tersebut, tentu menjadi jalan bagi PMB menunaikan amanah surat Al-Maun secara substansial yang memuat sosial dan kemasyarakatan; mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan anak yatim yang selalu terpinggirkan.[]

14
Feb
09

BIARKAN KAUM MUDA MEMBAKTIKAN DIRINYA

PERILAKU Kaum muda makin menggemaskan. Begitulah kira-kira ungkapan tepat untuk menggambarkan citra kaum muda di masyarakat akhir-akhir ini. Mulai dari maraknya demo yang mulai cenderung anarkis, hingga terjerat narkoba.

Sebenarnya, apa sedang terjadi pada kaum muda kita? Dan benarkah separah itu kondisinya? Hal ini juga memunculkan anggapan bahwa kaum muda belum saatnya maju ke depan, dan ikut serta membangun bangsa.

Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, maupun salah. Akan tetapi, menganggap bahwa keseluruhan anak muda kita semacam itu, sangat berlebihan. Pertama, bila ditelusuri lebih jauh, ternyata kemudahan sumber informasi sangat berperan dalam hal ini. Artinya, kejadian sekecil apapun di belahan negeri kita akan seketika terdengar dengan cepat ke wilayah lainnya. Dengan kata lain, mengutip pepatah lama, telur ayam tidak semuanya menetas. Pasti adalah salah satu telur yang busuk. Dengan begitu, dengan makin cepatnya pemberitaan, telah menciptakan “seolah-olah” semua kaum muda semacam itu. Apalagi di masa ini makin banyak saja terjadi politisasi kaum muda dalam kancah kepentingan yang tidak mendidik, sehingga anak-anak muda yang tidak memiliki orientasi mudah terbujuk menuju jalan yang salah.

Kedua, dengan makin tingginya biaya hidup, termasuk biaya pendidikan juga menjadi sebab makin tiarapnya potensi kaum muda ke permukaan. Mereka harus bergerak di dua tempat, yaitu mengangkat idealisme muda mereka di satu sisi, dan bagaimana bertahan hidup untuk masa depan. Alhasil, intensitas mereka beraktualisasi bertambah kurang.

Dua poin di atas hanyalah bagian sederhana dan pernik kecil dari berbagai kompleksitas problem anak muda. Sebagai pemegang estafet kepemimpinan bangsa, tidak bisa kemudian menunggu partisipasi pemerintah belaka. Masyarakat sebagai rahimnya, memiliki sumbangsih vital dalam hal ini, baik kalangan akademisi, politisi, pemuka dan tokoh masyarakat dan komponen lainnya untuk mengoptimalisasi potensi kaum muda. Anak muda adalah sambungan napas bangsa di masa mendatang. Karena itu, beri mereka kesempatan, keyakinan, dan kemandirian sejak dari saat ini. Detik ini. Jangan lupa, kebangkitan bangsa ini menjadi bangsa merdeka yang utuh, justru ditelorkan kaum muda, Soekarno, Bung Tomo, dan gerakan-gerakan mahasiswa yang selalu menjadi ujung tombak perubahan bangsa di detik-detik paling menjatuhkan bangsa ini. Saat ini, beri mereka jalan, kepercayaan, dan biarkan mereka, membaktikan dirinya demi kemajuan bangsa ini.

14
Feb
09

DIGAJI OLEH PARTAI PEREMPUAN DOMINASI CALEG PMB

Jika caleg perempuan parpol biasanya sekitar 30-36% sesuai dengan kuota perempuan yang duduk di legislatif, maka caleg perempuan di PMB mencapai 60%. Hal ini disebabkan penduduk Jawa Timur didominasi kaum perempuan.
Dalam hal peraihan kursi, PMB menargetkan 6 kursi di DPRD Jatim. Lumbung suara yang akan diraih diperkirakan tersebar di Surabaya, Malang, Ponorogo, Jember, Madura, dan Jombang. Selain itu, untuk caleg PMB, akan digaji oleh partai. Partai akan mengambil gaji menjadi fifty-fifty, komposisi 50% untuk dewan, dan 50% masuk ke partai. Dan semua pengeluaran serta pendapatan harus mengetahui Majelis A`la sehingga tidak ada dana subhat. Hal ini dilakukan karena PMB mendukung pemberantasan korupsi hingga akar rumput.[]




November 2017
S S R K J S M
« Feb    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Kategori